Rangkaian Elektronika Amplifier - Artikel 1 - Publisher - Techonlogy Manufacture
Electronics Technology





Main » Articles » Artikel 1

Rangkaian Elektronika Amplifier

Rangkaian Elektronika Amplifier


Rangkaian elektronika amplifier sebuah rangkaian elektronika yang membentuk skema untuk menjadi sebuah amplifier. Amplifier adalah salah satu komponen dari rangkaian elektronika yang sebagian di pakai untuk menguatkan daya atau tenaga. Untuk keperluan audio baik itu di radio, speaker, televisi ataupun yang lainya amplifier di gunakan sebagai penguat signal suara yaitu memperkuat signal arus (I) dan tegangan (V) listrik dari input menjadi arus listrik di bagian outputnya yang lebih besar.

rangkaian elektronika amplifier

Amplifier merupakan perangkat yang menggunakan sejumlah kecil energi untuk mengontrol jumlah energi yang lebih besar. Hubungan rangkaian elektronika amplifier antara masukan dan keluaran dalam biasanya di nyatakan sebagai fungsi frekuensi input yang di sebut fungsi transfer penguat dan besar dari fungsi transfer di sebut dengan gain.

Nilai dari gain yang dinyatakan sebagai fungsi penguat frekunsi audio, Gain power amplifier antara 200 kali sampai 100 kali dari signal output yang dikeluarkan. Jadi secara gampangnya gain merupakan hasil bagi dari daya di bagian output dengan daya di bagian input dalam bentuk fungsi frekuensi. Ukuran gain biasannya memakai decible (dB).

Dalam bagian rangkaian elektronika amplifier pada proses penguatannya audio ini terbagi menjadi dua kelompok yang sama sama pentingnya tentunya :

  1. Bagian penguat signal tegangan (V) yang biasanya menggunakan susunan transistor darlington.
  2. Bagian penguat arus susunannya transistor paralel.

Masing masing transistor memiliki daya besar dan menggunakan sirip pendingin untuk membuang panas ke udara, sehingga pada saat ini banyak yang menggunakan transistor simetris komplementer.

Jenis-jenis amplifier pun telah bervariasi seperti OTL, BTL dan OCL yang sudah  beredar luas di pasaran. Dan biasanya setiap jenis komponen dari amplifier tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mari kita bahas satu persatu :

  1. OTL (Output Transformer Less = keluaran tanpa trafo), yaitu amplifier yang menggunakan elco sebagai ganti transformer, misalkan nilai 2200uf untuk amplifier yang memiliki watt besar. Pada umumnya tegangan rangkaian amplifier ini hanya + (positif) dan – (negatif / ground).
  2. BTL (Bridge Transformator Less) , yaitu amplifier OCL yang digabung dengan metode Bridge (jembatan). Sehingga power outputnya menjadi 2 kali lipat dari power Rangkaian Amplifier OCL.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Rangkaian Elektronika Amplifier, semoga dengan membaca artikel ini temen temen pembaca sekalian dapat lebih memahami tentang Amplifier.

Category: Artikel 1 | Added by: baloenk (2012-09-10) | Author: Andri Gusaeri E W
Views: 799 | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:


Total online: 1
Guests: 1
Users: 0



Copyright MyCorp © 2016